Serigalatimur.com.||Jakarta
Aroma korupsi kembali menyeruwak dari lingkaran kekuasaan di daerah. Belum habis sebulan bupati Pekalongan terkena OTT,KPK, Lagi-lagi kali ini,Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di Bengkulu yang menyeret dua pucuk pimpinan daerah sekaligus Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri tobrani dan wakil bupati Hendri.Selasa (10/03/2026).
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 13 orang, namun 9 diantaranya langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di gedung merah putih KPK. Mereka terdiri dari bupati,wakil bupati tiga aparatur sipil negara(ASN) Pemkab Rejang Lebong, serta empat pihak dari kalangan swasta.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa para pihak yang diamankan sedang diperiksa secara mendalam terkait dugaan praktek semua proyek di lingkungan pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Dalam pemeriksaan secara intensif pagi ini, para pihak yang diamankan didalami terkait konstruksi perkara tersebut,”tutur Budi.
Selain para terduga pelaku, KPK juga menyitas jumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan praktik rasuah tersebut.
Barang bukti yang diamankan antara lain dokumen penting, barang bukti elektronik serta uang tunai dalam bentuk rupiah yang kini turut dibawa ke Jakarta untuk keperluan pendidikan lebih lanjut.
“Penangkapan ini menambah daftar panjang operasi senyap KPK sepanjang tahun 2026, ott terhadap Bupati Rejang Lebong menjadi operasi kedelapan yang dilakukan lembaga Antirasuah tersebut tahun ini.
Rentetan OTT ini kembali menjadi pengingat keras,bahwa korupsi masih menggerogoti berbagai lini kekuasaan, Publik kini menanti langkah tegas KPK dalam mengungkap secara terang benderang Siapa saja yang bermain di balik proyek-proyek daerah dan seberapa dalam praktek tersebut mengakar di lingkaran kekuasaan, begitupun sanksi yang diberikan kepada pelaku koruptor ini harus yang seberat-beratnya.(Dedek.Efendi)












