Serigalatimur.com Lampung Timur – Menanggapi musibah yang menimpa Zulya Ulfa, Ketua LPAI Kabupaten Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai kondisi korban pada 30 Mei 2026 dari seorang rekan yang berdomisili di Kecamatan Labuhan Maringgai.
Setelah menerima informasi tersebut, Decxy mengaku segera melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait agar korban mendapatkan penanganan dan pendampingan yang maksimal.
“Saat menerima informasi mengenai kondisi ananda Zulya Ulfa pada tanggal 30 Mei 2026, kami langsung berkoordinasi dan menyampaikan informasi tersebut kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Lampung Timur serta kepada Plt Direktur RSUD KH. Ahmad Hanafiah,” ujar Decxy.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, sesaat setelah kejadian keluarga korban langsung membawa Zulya Ulfa ke RS AKA Medika. Karena kondisi luka bakar yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung sebelum akhirnya mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Selain melakukan koordinasi dengan instansi terkait, LPAI Lampung Timur juga berupaya membantu meringankan beban keluarga dengan menggalang bantuan secara sukarela melalui jejaring WhatsApp.
“Alhamdulillah, meskipun tidak banyak, ada beberapa hamba Allah yang tergerak hatinya untuk membantu. Bantuan tersebut kami arahkan langsung ke rekening keluarga yang telah dipublikasikan untuk membantu kebutuhan pengobatan dan perawatan ananda Ulfa,” jelasnya.
Upaya pendampingan tersebut terus dilakukan. Pada Senin, 8 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, Decxy kembali menghubungi P3AP2KB Kabupaten Lampung Timur serta Plt Direktur RSUD KH. Ahmad Hanafiah, Eva Susanti, guna menyampaikan perkembangan kondisi korban.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak RSUD KH. Ahmad Hanafiah mengutus bidan desa setempat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi pasien sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, bidan desa telah mendatangi keluarga korban dan menyarankan agar obat-obatan yang diberikan oleh tim medis RSUD Dr. H. Abdul Moeloek terlebih dahulu dihabiskan sesuai petunjuk dokter yang menangani korban,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 20.30 WIB, keluarga kembali membawa Zulya Ulfa ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk melanjutkan pengobatan dan menjalani kontrol medis sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter.
Decxy menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah memastikan proses penyembuhan korban berjalan dengan baik. Menurutnya, musibah yang menimpa seorang anak seharusnya menjadi perhatian bersama dan menggerakkan rasa kemanusiaan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, komunitas maupun masyarakat luas dapat bersama-sama memberikan perhatian dan dukungan kepada ananda Zulya Ulfa. Saat ini yang paling penting adalah memastikan korban mendapatkan pengobatan terbaik sehingga dapat pulih dan kembali menjalani masa kanak-kanaknya dengan sehat dan bahagia,” tutup Decxy. (Red)










