banner 728x250

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Lampung Timur Minta Publik Tunggu Hasil Uji Laboratorium Terkait Dugaan Siswa TK Alami Muntaber

banner 120x600
banner 468x60

Serigalatimur.com Lampung Timur – Ketua LPAI Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, SH, didampingi Sekretaris LPAI Aman, SH, menanggapi informasi terkait dugaan sejumlah siswa taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Sukadana yang mengalami gejala muntah dan buang air besar (muntaber) usai mengonsumsi telur asin dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu orang tua siswa, Novita Lestari, menyampaikan bahwa anaknya, Safaluna Ataya Qiyyama Putri (6), warga Sukadana Ilir dan siswa Ponpes TK Al-Furqon, sempat menjalani penanganan medis di ruang IGD.

banner 325x300

Decxy menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi langsung dari Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Sukadana, Eva Susanti, S.KM., M.M., terkait kondisi sejumlah anak yang dirawat.

“Pihak rumah sakit membenarkan adanya beberapa anak TK yang dirawat. Namun hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh telur asin dari program MBG atau faktor lain. Masih perlu pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” ujar Decxy.

Berdasarkan data sementara per pukul 11.30 WIB, tercatat sembilan pasien yang mendapatkan penanganan medis. Enam pasien menjalani rawat inap (RI) dan tiga lainnya rawat jalan (RJ).

 

Pasien rawat inap:

1. Davin Julliyan S (3 tahun) – Ruang Anak Kelas 3

2. Ketut Purwe Wiguna (4 tahun) – Ruang Anak Kelas 3

3. Ni Nyoman Suri Asih (56 tahun) – Ruang Penyakit Dalam B

4. Kayfalubna (4 tahun) – Ruang VIP

5. Safaluna Ataya Qiyyama Putri (6 tahun) – masih di IGD

6. Lasmini (48 tahun) – masih di IGD

 

Pasien rawat jalan:

1. Fathi Dzakwan A (12 tahun)

2. Evita Ningrum (14 tahun)

3. Ranti Nur Ashar (5 tahun)

 

Menurut Decxy, pada malam hari setelah kejadian, pihak rumah sakit telah mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala muntaber tersebut.

Selain itu, LPAI Lampung Timur telah berkoordinasi dengan pihak Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukadana Ilir. Dari komunikasi sementara, pihak SPPG menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah telur asin yang dibagikan menjadi penyebab gejala pada sejumlah siswa.

Decxy juga menegaskan bahwa Dinas Kesehatan setempat bersikap kooperatif dalam penanganan kasus ini dan telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami mengimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi dari uji laboratorium. Keselamatan dan kesehatan anak adalah prioritas utama, namun penanganan juga harus berdasarkan fakta medis,” tegasnya.

LPAI Lampung Timur memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, SPPG, dan instansi terkait guna memastikan hak serta perlindungan anak tetap terpenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

(Irvan)

banner 325x300